Minggu, 13 Maret 2016

PENAMPILAN TERBAIK KITA UNTUK SIAPA?

Ketika kita akan menghadiri undangan, salah satu hal utama yang kita persiapkan tenu saja penampilan kita. Entah undangan tersebut ada dress code-nya atau tidak, tapi kita tentu akan mengenakan pakaian terbaik, sandal/sepatu terbaik, dan untuk kaum hawa tak ketinggalan make-up di wajah agar terlihat semakin cantik. Katanya, itu dimaksudkan untuk menghargai yang mengundang.

Menghadiri undangan merupakan pemenuhan hak saudara kita. Namun bagaimanapun juga, itu hanyalah undangan biasa, undangan dari manusia. Ada undangan lain yang begitu istimewa, karena yang mengundang juga keistimewaan-Nya tak terbatas. Undangan itu adalah undangan ke tanah suci dan undangan ke alam barzah.

Undangan dari manusia, kita penuhi dengan kesungguhan hati. Kita persiapkan penampilan kita sebaik mungkin. Lantas, bagaimana persiapan kita untuk memenuhi kedua undangan ini?Logikanya, karena yang mengundang begitu istimewa, sudah barang tentu persiapan kita juga lebih istimewa. Pakaian yang kita gunakan juga seharusnya lebih istimewa. Akan tetapi, ternyata yang mengundang sudah memberikan dress code-nya. Cukup pakaian ihram untuk ke tanah suci, dan kain kafan untuk ke alam barzah. Begitu sederhana. Pakaian ihram bagi laki-laki adalah 2 lembar kain yang tidak berjahit yang dipakai untuk bagian bawah menutup aurat, dan kain satunya lagi diselendangkan. Pakaian ihram bagi perempuan adalah pakaian yang menutup seluruh badannya kecuali muka dan telapak tangan. Sedangkan, kain kafan adalah kain tanpa jahitan yang dipakai untuk membungkus kita sebelum kita dimakamkan. Begitu sederhana untuk sebuah undangan yang sungguh istimewa.

Mengapa Dia memberikan kode kepada kita berkaitan dengan pakaian apa yang harus kita gunakan untuk memenuhi undangan-Nya? Mungkin saja, salah satunya agar kita sadar bahwa pakaian yang selama ini kita gunakan tidak bermakna apa-apa dihadapan-Nya. Perbedaan pakaian tidak menunjukkan perbedaan derajat antar manusia. Dia sendiri yang menyatakan itu dalam kalam-Nya, sebaik-baik insan, adalah insan yang bertaqwa. Tidak peduli pakaian duniawi kita adalah pakaian pemulung atau pejabat, pakaian petani atau konglomerat, asalkan pakaian yang kita gunakan dihadapan-Nya adalah pakaian ketaqwaan, maka kita menjadi tamu undangan yang istimewa dihadapan-Nya.

Ada lagi trend saat ini, yang cukup menyita waktu kita untuk memikirkan penampilan kita, yaitu trend swafoto, atau dalam istilah kekiniannya selfie. Selfie merupakan jenis foto potret diri yang diambil sendiri. Selfie biasanya diiringi dengan mengunggah foto tersebut ke media sosial. Foto yang diunggah tersebut merupakan foto dengan kualitas terbaik, dari segi pose, pencahayaan, kualitas ISO dan lain sebagainya.
Foto yang di-upload kemudian akan mengundang perhatian dari teman-teman kita di dunia maya. Ratusan like dan puluhan comment pujian berdatangan. Hal ini semakin memacu semangat kita untuk meng-upload foto terbaik lainnya. Semakin sibuk kita memperbaiki penampilan kita di hadapan manusia. Lantas, kita pun perlahan mulai melupakan, kepada siapa seharusnya penampilan terbaik kita persembahkan.

Kebanyakan kita sibuk memenuhi gaya hidup, sibuk terlihat baik di hadapan manusia. Walau kita tahu sebaik apapun kita berusaha, tidak mungkin kita mampu mencuri perhatian seluruh manusia. Padahal sekalipun seluruh manusia menilai kita buruk, tidak akan mempengaruhi penilaian Sang Maha Penguasa terhadap kita. Lantas, untuk apa kita bersusah payah terlihat baik di hadapan makhluk lalu lalai memperbaiki penampilan kita di hadapan Sang Khalik?

Wallahu 'alam..
Kunjungi saya di Facebook: Tia Lang Ere

Tidak ada komentar:

Posting Komentar